KOMPONEN RAM DAN CARA KERJANYA
Memori komputer atau disebut RAM (Random Access Memory)
merupakan hardware atau perangkat keras yang sangat penting dalam komponen
komputer. RAM berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara dalam
komputer sebelum data diproses di processor. Ketika kita menjalankan suatu
program aplikasi misalnya Microsoft Office atau Mozilla Firefox maka processor
akan membuka aplikasi atau software tersebut dari HDD (hardisk) lalu kemudian
akan meload-nya ke RAM.
Kalau orang menyebut memori komputer, umumnya mengacu pada
memori utama komputer yaitu RAM. Disaat prosessor melakukan proses pengolahan
data / komputing, memori / RAM berfungsi mendukung dan melayani
ketersediaan data mentahnya. Jadi, tanpa adanya memori maka seluruh proses
komputing tidak akan berjalan.
Perkembangan kemampuan prosessor yang pesat tentunya harus
diimbangi dengan peningkatan kemampuan memori. Sebagai penampung data atau
informasi yang dibutuhkan oleh prosessor sekaligus sebagai penampung hasil dari
perhitungan yang dilakukan oleh prosessor, kemampuan memori dalam mengelola
data tersebut sangatlah penting. Percuma saja sebuah sistem PC dengan prosessor
berkecepatan tinggi apabila tidak diimbangi dengan kemampuan memori yang
sepadan.
Ketidak tepatan perpaduan kemampuan prosessor dengan memori
dapat menyebabkan inefisiensi bagi keduanya. Katakanlah kita memiliki prosessor
yang mampu mengolah arus data sebanyak 100 instruksi per detiknya, sementara
kita memiliki memori dengan kemampuan menyalurkan data ke prosessor sebesar 50
instruksi per detiknya. Lalu apa yang terjadi? Sistem akan mengalami bottle
neck. Prosessor harus menunggu data dari memori. Instruksi yang seharusnya
dapat dikerjakan dalam waktu 1 detik menjadi 2 detik karena kemampuan memori
yang terbatas.
Pada RAM dikenal beberapa istilah penting yaitu:
a. Speed
Speed atau kecepatan menjadi faktor penting dalam pemilihan
sebuah modul memory. Bertambah cepatnya CPU, ditambah dengan pengembangan
digunakannya dual-core, membuat RAM harus memiliki kemampuan yang lebih cepat
untuk dapat melayani CPU.
b. PC Rating
Pada modul DDR, sering ditemukan istilah misalnya PC3200. Untuk
modul DDR2, PC2-3200. Dari mana angka ini muncul? Mari kita bahas...!
Biasa dikenal dengan PC Rating untuk modul DDR dan DDR2. Sebagai
contoh kali ini adalah sebuah modul DDR dengan clock speed 200 MHz. Atau untuk
DDR Rating disebut DDR400. Dengan bus width 64-bit, maka data yang mampu
ditransfer adalah 25.600 megabit per second (=400 MHz x 64-bit). Dengan 1 byte
= 8-bit, maka dibulatkan menjadi 3.200MBps (Mebabyte per second). Angka
throughput inilah yang dijadikan nilai dari PC Rating. Tambahan angka “2″, baik
pada PC Rating maupu DDR Rating, hanya untuk membedakan antara DDR dan DDR2.
c. CAS Latency
Akronim CAS berasal dari singkatan column addres strobe atau column
address select. Arti keduanya sama, yaitu lokasi spesifik dari sebuah data
array pada modul DRAM.CAS Latency, atau juga sering disingkat dengan CL, adalah
jumlah waktu yang dibutuhkan (dalam satuan clock cycle) selama delay waktu
antara data request dikirimkan ke memory controller untuk proses read, sampai
memory modul berhasil mengeluarkan data output. Semakin rendah spesifikasi CL
yang dimiliki sebuah modul RAM, dengan clock speed yang sama, akan menghasilkan
akses memory yang lebih cepat.
Secara fisik, komponen PC yang satu ini termasuk komponen dengan
ukuran yang kecil dan sederhana dibandingkan dengan komponen PC lainnya.Sekilas
hanya berupa sebuah potongan kecil PCB, dengan beberapa tambahan komponen hitam
dengan tambahan titik-titik contact point, untuk memory berinteraksi dengan
motherboard. Bagian-bagian RAM diantaranya:
1. PCB (Printed Circuit Board)
Pada umumnya, papan PCB berwana hijau. Pada PCB inilah beberapa
komponen chip memory terpasang.PCB ini sendiri tersusun dari beberapa lapisan (layer).
Pada setiap lapisan terpasang jalur ataupun sirkuit, untuk mengalirkan listrik
dan data. Secara teori, semakin banyak jumlah layer yang digunakan pada PCB
memory, akan semakin luas penampang yang tersedia dalam merancang jalur. Ini
memungkinkan jarak antar jalur dan lebar jalur dapat diatur dengan lebih
leluasa, dan menghindari noise interferensi antarjalur pada PCB. Dan secara
keseluruhan akan membuat modul memory tersebut lebih stabil dan cepat
kinerjanya. Itulah sebabnya pada beberapa iklan untuk produk memory, menekankan
jumlah layer pada PCB yang digunakan modul memory produk yang bersangkutan.
2. Contact Point
Sering juga disebut contact finger, edge connector, atau lead.
Saat modul memory dimasukkan ke dalam slot memory pada motherboard, bagian
inilah yang menghubungkan informasi antara motherboard dari dan ke modul
memory. Konektor ini biasa terbuat dari tembaga ataupun emas. Emas memiliki
nilai konduktivitas yang lebih baik. Namun konsekuensinya, dengan harga yang
lebih mahal. Sebaiknya pilihan modul memory disesuaikan dengan bahan konektor
yang digunakan pada slot memory motherboard. Dua logam yang berbeda, ditambah
dengan aliran listrik saat PC bekerja lebih memungkinkan terjadinya reaksi
korosif.
Pada contact point, yang terdiri dari ratusan titik, dipisahkan
dengan lekukan khusus. Biasa disebut sebagai notch. Fungsi utamanya, untuk
mencegah kesalahan pemasangan jenis modul memory pada slot DIMM yang tersedia
di motherboard. Sebagai contoh, modul DDR memiliki notch berjarak 73 mm dari
salah satu ujung PCB (bagian depan). Sedangkan DDR2 memiliki notch pada jarak
71 mm dari ujung PCB. Untuk SDRAM, lebih gampang dibedakan, dengan adanya 2
notch pada contact point-nya.
3. DRAM (Dynamic Random Access Memory)
Komponen-komponen berbentuk kotak-kotak hitam yang terpasang
pada PCB modul memory inilah yang disebut DRAM. Disebut dynamic, karena hanya
menampung data dalam periode waktu yang singkat dan harus di-refresh secara
periodik. Sedangkan jenis dan bentuk dari DRAM atau memory chip ini sendiri
cukup beragam.
4. Chip Packaging
Atau dalam bahasa Indonesia adalah kemasan chip. Merupakan
lapisan luar pembentuk fisik dari masing-masing memory chip. Paling sering
digunakan, khususnya pada modul memory DDR adalah TSOP (Thin Small Outline
Package). Pada RDRAM dan DDR2 menggunakan CSP (Chip Scale Package). Beberapa
chip untuk modul memory terdahulu menggunakan DIP (Dual In-Line Package) dan
SOJ (Small Outline J-lead).
5. DIP (Dual In-Line Package)
Chip memory jenis ini digunakan saat memory terinstal langsung
pada PCB motherboard. DIP termasuk dalam kategori komponen through-hole, yang
dapat terpasang pada PCB melalui lubang-lubang yang tersedia untuk kaki/pinnya.
Jenis chip DRAM ini dapat terpasang dengan disolder ataupun dengan socket. SOJ
(Small Outline J-Lead) Chip DRAM jenis SOJ, disebut demikan karena bentuk pin
yang dimilikinya berbentuk seperti huruh “J”. SOJ termasuk dalam komponen surfacemount,
artinya komponen ini dipasang pada sisi pemukaan pada PCB.
6. TSOP (Thin Small Outline Package)
Termasuk dalam komponen surfacemount. Namanya sesuai dengan
bentuk dan ukuran fisiknya yang lebih tipis dan kecil dibanding bentuk SOJ.
7. CSP (Chip Scale Package)
Jika pada DIP, SOJ dan TSOP menggunakan kaki/pin untuk
menghubungkannya dengan board, CSP tidak lagi menggunakan PIN. Koneksinya
menggunakan BGA (Ball Grid Array) yang terdapat pada bagian bawah komponen.
Komponen chip DRAM ini mulai digunakan pada RDRAM (Rambus DRAM) dan DDR.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar