KOMPONEN MONITOR
DAN PRINSIP KERJANYA
A.
Bagian Luar Monitor
Bagian luar monitor terdiri dari 2 panel yaitu:
1. Panel depan yang meliputi:
a. Power switch berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan monitor
b. Led Indikator berfungsi untuk mengetahui kondisi hidup atau mati suatu komputer
c. Contrast berfungsi untuk mengatur ketajaman warna pada tampilan monitor
d. Brightnes berfungsi untuk mengatur kecerahan tampilan monitor
e. H-Phase berfungsi untuk mengatur posisi tengah arah horisontal
f. H-Sze berfungsi untuk mengatur lebar tampilan layar monitor
g. V-Size berfungsi untuk mengatur tinggi tampilan layar monitor
h. V-Shift berfungsi untuk mengatut posisi tengah arah vertikal pada monitor
i. Pin Cousion/Side Pin berfungsi untuk mengatur posisi bingkai (cekung/cembung) pada tampilan layar monitor
2. Panel belakang yang meliputi:
a. Saklar pemilih tegangan (110/220)
b. AC Inlet, konektor untuk power
c. Kabel sinyal data, CGA (9 pin), VGA (25 pin), fungsi masing-masing pin sebagai berikut:
PIN FUNGSI PIN FUNGSI
1 Red 9 No Conection
2 Green 10 Ground
3 Blue 11 Ground
4 No Conection 12 No Conection
5 Ground 13 Horisontal Sync
6 Red Rtn 14 Vertical Sync
7 Green Rtn 15 No Conection
8 Blue Rtn
Bagian luar monitor terdiri dari 2 panel yaitu:
1. Panel depan yang meliputi:
a. Power switch berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan monitor
b. Led Indikator berfungsi untuk mengetahui kondisi hidup atau mati suatu komputer
c. Contrast berfungsi untuk mengatur ketajaman warna pada tampilan monitor
d. Brightnes berfungsi untuk mengatur kecerahan tampilan monitor
e. H-Phase berfungsi untuk mengatur posisi tengah arah horisontal
f. H-Sze berfungsi untuk mengatur lebar tampilan layar monitor
g. V-Size berfungsi untuk mengatur tinggi tampilan layar monitor
h. V-Shift berfungsi untuk mengatut posisi tengah arah vertikal pada monitor
i. Pin Cousion/Side Pin berfungsi untuk mengatur posisi bingkai (cekung/cembung) pada tampilan layar monitor
2. Panel belakang yang meliputi:
a. Saklar pemilih tegangan (110/220)
b. AC Inlet, konektor untuk power
c. Kabel sinyal data, CGA (9 pin), VGA (25 pin), fungsi masing-masing pin sebagai berikut:
PIN FUNGSI PIN FUNGSI
1 Red 9 No Conection
2 Green 10 Ground
3 Blue 11 Ground
4 No Conection 12 No Conection
5 Ground 13 Horisontal Sync
6 Red Rtn 14 Vertical Sync
7 Green Rtn 15 No Conection
8 Blue Rtn
B. Bagian
Dalam Monitor
Bagian dalam monitor terdiri dari:
1. Tabung Gambar, terdiri dari:
a. Bagian luar tabung:
-Yoke Defleksi
-Cincin kemurnian warna dan cincin konvergensi
-Degausing coil (pelindung kemagnetan)
b. Bagian dalam:
-Katoda (RGB)
-Heater (filanen)
-Gride (G1=Brightness, G2=Screen)
Lapisan fosfor
2. Blok Horisontal, terdiri dari komponen:
-Fly Back
-TR Horisontal
-TR Driver Horisontal
-Osilator Horisontal
-Trimpot Horisontal (H-Hold, H-Size, H-Phase)
-Side-Pin
3. Blok Vertikal, terdiri dari komponen:
-IC Vertikal
-TR Driver Vertikal
-Osilator Vertikal
-Trimpot Vertikal (V-Size, V-Shift)
4. Blok Video, terdiri dari komponen:
-IC Video
-TR penguat warna
-Trimpot penguat warna
-Trimpot Sub Contrast
-Soket CRT
5. Blok SPA, terdiri dari komponen:
-Sekering/Fuse
-Dioda Brigde
-TR Switching
-IC Switching
-ELCO Filter
-Resistor Fuse
-Auto Trafo
Bagian dalam monitor terdiri dari:
1. Tabung Gambar, terdiri dari:
a. Bagian luar tabung:
-Yoke Defleksi
-Cincin kemurnian warna dan cincin konvergensi
-Degausing coil (pelindung kemagnetan)
b. Bagian dalam:
-Katoda (RGB)
-Heater (filanen)
-Gride (G1=Brightness, G2=Screen)
Lapisan fosfor
2. Blok Horisontal, terdiri dari komponen:
-Fly Back
-TR Horisontal
-TR Driver Horisontal
-Osilator Horisontal
-Trimpot Horisontal (H-Hold, H-Size, H-Phase)
-Side-Pin
3. Blok Vertikal, terdiri dari komponen:
-IC Vertikal
-TR Driver Vertikal
-Osilator Vertikal
-Trimpot Vertikal (V-Size, V-Shift)
4. Blok Video, terdiri dari komponen:
-IC Video
-TR penguat warna
-Trimpot penguat warna
-Trimpot Sub Contrast
-Soket CRT
5. Blok SPA, terdiri dari komponen:
-Sekering/Fuse
-Dioda Brigde
-TR Switching
-IC Switching
-ELCO Filter
-Resistor Fuse
-Auto Trafo
PRINSIP KERJA MONITOR
CRT
Prinsip kerja monitor CRT (Cathode Ray Tube) adalah elektron
ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis
elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan
cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang
membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.
Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.
Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.
Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya kita dapat nonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atawa monitor.
Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.
Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.
Teorinya, untuk membentuk sebuah gambar, sinar tadi menyapu sebuah garis horizontal dari kiri ke kanan, menyebabkan pixel-pixel tadi berpendar dengan intensitas cahaya sesuai dengan tegangan yang telah diatur. Proses tersebut terjadi pada semua garis horizontal yang ada pada pixel layar, dan ketika telah sampai ujung, sinar tersebut akan mati sementara untuk mengulang proses yang sama untuk menghasilkan gambar yang berbeda. Makanya kita dapat nonton objek yang seolah-olah bergerak di layar televisi atawa monitor.
LCD
Cara Kerjanya adalah sebagai berikkut. Pada sebuah panel LCD
berwarna, setiap pixel terdiri atas tiga buah cell kristal cair. Setiap ketiga
cell tersebut memiliki filter merah, hijau, atau biru (Red-Green-Blue/RGB).
Sinar yang melewati cell yang terfilter tersebut akan menciptakan warna yang
Anda lihat pada LCD. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus listrik pada
satu cell atau lebih tidak berjalan dengan baik. Kejadian tersebut menimbulkan
adanya pixel yang gelap dan “rusak” yang sering disebut sebagai dead pixel.
Hampir semua LCD berwarna modern menggunakan sebuah transistor film yang tipis (Thin-Film Transistor/TFT), yang dikenal sebagai active matrix, untuk menghidupkan setiap cell. LCD TFT menciptakan citra yang lebih jelas, jernih dan terang. Teknologi LCD terdahulu sangat lambat, kurang efisien, dan kontrasnya sangat rendah. Teknologi matriks terdahulu, passive-matrix, mampu menampilkan teks yang jelas tetapi meninggalkan bayangan jika tampilan berubah dalam waktu cepat, sehingga tidak optimal untuk video.
Hampir semua LCD berwarna modern menggunakan sebuah transistor film yang tipis (Thin-Film Transistor/TFT), yang dikenal sebagai active matrix, untuk menghidupkan setiap cell. LCD TFT menciptakan citra yang lebih jelas, jernih dan terang. Teknologi LCD terdahulu sangat lambat, kurang efisien, dan kontrasnya sangat rendah. Teknologi matriks terdahulu, passive-matrix, mampu menampilkan teks yang jelas tetapi meninggalkan bayangan jika tampilan berubah dalam waktu cepat, sehingga tidak optimal untuk video.
PLASMA
Teknologi ini menggunakan gas neon/xenon yang diapit dua lapisan
pelat kaca. Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi
reaksi berupa penciptaan elemen gambar (disebut sebagai pixel). Proses
penciptaan gambar dilakukan langsung, tanpa diurai memakai proses lain seperti
CRT atau RPTV. Tentu ini membuat kualitas gambar juga jadi lebih bagus.
Komponen penghasil gambarnya adalah DLP. DLP inilah yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas phospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada plasma televisi, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.
Komponen penghasil gambarnya adalah DLP. DLP inilah yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas phospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada plasma televisi, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.
Touchscreen
Secara sederhana, cara kerja sebuah layar sentuh adalah
menerjemahkan sentuhan yang diterima pada permukaan layar menjadi posisi
koordinat pada layar, kemudian mengeksekusi perintah tertentu yang sesuai
dengan gambar yang disentuh pada layar. Sebenarnya bukan gambar tersebut yang
memicu eksekusi perintah, tetapi koordinat dari sentuhanlah yang memicu
eksekusi perintah. Jadi kira-kira logikanya seperti ini : "Jika koordinat
= (x,y) maka kerjakan perintah X".
OLED
LED iti sendiri menggunakan cahaya pancaran diode (Light Emitting
Diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat
banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajdi
benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic
dibandingkan monitor LCD. Monitor LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga
refresh rate yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar